Menulis Esai Argumentative Essay

Tulisan ini saya buat untuk merefleksikan proses belajar mengajar, khususnya pada apa yang oleh mahasiswa sering disebut sebagai ‘tugas menulis paper’. Menurut saya, apa yang disebut sebagai “menulis paper” merupakan over-generalisasi terhadap tugas membaca dan menulis itu sendiri. Disini perlu saya klarifikasi berbagai jenis tugas menulis yang sering disebut sebagai “menulis paper’ oleh mahasiswa di Indonesia. Tulisan ini bersumber dari salah satu tugas bacaan saya untuk PhD extension program, Pre-Departure Training Australia Award Indonesia, November 2016.

Sebenarnya, yang dimaksud dengan tugas ‘membuat paper’ merupakan tugas yang berkembang dari tugas membaca (reading). Tidak mungkin kita akan mampu menulis, tanpa membaca terlebih dahulu. Disini, saya akan mengganti istilah ‘menulis paper dengan istilah ‘a response to expository text” atau ” respons atas teks ekspositoris. ” Menurut Jewell (2012), a response to expository text adalah pikiran tertulis kita mengenai teks akademik. Ekspository teks sendiri merupakan teks non fiksi yang ditujukan untuk menginformasikan, menganalisis, atau memberikan detail terhadap sebuah topik. Cek definisi dari reference.com ini:

Expository text is non-fiction text meant to inform, analyze, explain or give additional detail about a topic. Some types of expository text include cause-and-effect writing, literary analysis, compare-and-contrast writing and report.

Contoh dari expository text adalah sebuah esai pendek untuk menginterpretasikan sejarah, buku mengenai politik, editorial koran, atau pidato tertulis mengenai topik yang cerdas. Contoh teks ekspository adalah Republic dari Plato, dan tulisan Sigmund Freud. Contoh pidato expository adalah pidato terkenal Martin Luther King “I have a dream” dan berbagai pidato Sukarno. Tulisan / artikal jurnal juga bisa masuk dalam kategori ini.  Respons terhadap teks ini dapat berupa summary/ rangkuman, analisis, ketidaksetujuan, evaluasi, dan review.

Ketika dihadapkan dengan tugas menulis / respons, banyak dari mahasiswa yang mengeluh, menggerutu, dan menjalankan tugas tersebut dengan sepenuh hati. Hal tersebut biasa terjadi jika kita tidak mengerti mengapa kita harus menulis, termasuk manfaatnya. Salah satu hal yang bisa saya kemukakan disini adalah: menulis adalah salah satu bentuk berpikir (Jewell, 2012). Menulis membuat kita mengingat apa yang sudah kita baca, menghubungkan ide satu sama lain, dan mengembangkan ide-ide baru. Menulis juga membuat kira mampu menghubungkan subjek kepada dunia nyata, atau ide anda dan ide orang lain. Secara proses kognitif, pemikian bukan hanya sebuah hal yang muncul dikepala, berbicara dan menulis adalah pemikiran, pemikiran yang diucapkan dengan keras atau “thinking out loud”. Dengan menggunakan bahasa, yang merupakan alat utama dalam komunikasi, setiap individu membangun rasa diri atau ‘sense of self”, rasa terhadap dunia ‘sense of the world,’ dan nilai-nilainya lebih luas dan lebih dalam (Jewell, 2012). Dalam dunia perkuliahan, merespons teks merupakan metode utama berpikir. Jadi kalau kita diberi tugas menulis, artinya kita diminta untuk berpikir.

Lalu seperti apakah tulisan/ respons yang cerdas itu? Menurut Jewell (2012) karakteristiknya adalah:

  • Knowledgeable (menunjukkan familiaritas dan pemahaman kepada teks dengan merujuknya berulang kali)
  • Interesting (menunjukkan pemikiran baru atau tidak biasa terhadap teks)
  • Thoughtful (meskipun tulisan dapat menunjukkan respons emosional, namun tetap dilakukan dengan seimbang dan menghargai teks)
  • Organised (menggunakan pengorganisasian teks yang baik dalam menampilkan ide, tahap demi tahap)
  • Rational (menggunakan logika dan akal sehat dalam menampilkan ide-ide)
  • Wel Supported (menampilkan detai-detail yang mendukung ide-ide yang dikembangkan dalam teks).

Jadi, jika tulisan kita acak-acakan, sekedar menulis tanpa ada rancangan/ kerangka, tidak memiliki ide-ide (pendapat kita sendiri) atas teks, atau hanya opini saja tidak di support data, pemikiran lain, teori, riset, dan sebagainya; maka bisa dikatakan bahwa tulisan kita tidak ‘cerdas.’

Lalu seperti apakah tipe-tipe respons atas teks? Meskipun masing-masing bidang ilmu punya kekhasan sendiri, namun pada umumnya ada pola yang dapat ditemukan. Menurut Jewell (2012) ada lima tipe umum respons / tulisan:

No

Tipe Respons

Definisi

Tujuan

1SummaryTulisan yang menggarisbawahi  poin-poin penting yang dilakukan dengan logis, konsistenUntuk menjelaskan sesuatu yang sudah anda baca dengan cara cepat dan akurat.
2AnalisisTulisan yang membedah bagian-bagian dari bacaan menggunakan sistem khusus, teori, atau seperangkat teoriUntuk berpikir lebih mengenai sebuah subjek dan/atau mengapilkasikan metode-metode dari keilmuan akademis terhadap teks tertentu.
3Disagreement (ketidaksetujuan)Sebuah debat atas teks, seolah anda adalah lawan.Untuk menunjukkan ketidaksetujuan kita akan sesuatu yang kita baca dengan cara logis, adil.Tipe ini jarang digunakan di Indonesia karena kecenderungan sistem pendidikan kita yang selalu menyetujui tulisan/ teori/ teks yang dianggap penting/ babon/dewa. Padahal tulisan ini adalah fondasi berpikir kritis, untuk menciptakan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.
4Evaluation (evaluasi)Menilai sebuah nilai atas teks untuk masyarakat atau menilai kualitas teks dari bagaimana argumen dalam teks ditampilkan atau diorganisir.Untuk menunjukkan seberapa baik/buruk suatu bacaan, atau efeknya pada hal lain melebihi ide-ide yang ditampilkan.
5Critical Review (review kritis)Gabungan antara summary, analisis/disagreement, dan evaluasi.Merupakan cara formal untuk mendiskusikan sebuah buku, gerakan, atau ide.Tipe ini paling sulit dilakukan, paling menantang, namun paling berbuah.

Nah, apakah tugas membuat paper kita masih mau dicampur aduk? Dan sebagai dosen, apakah tugas kita masih pada poin 1? atau 2?

Sumber: http://expository-essay-writing.com/wp-content/uploads/2012/05/expository-essay-format-791×1024.png
Disclaimer: copy right belongs to its original author.

 

Contoh Response Writing yang terpublikasikan. Sumber: Harding, S. (1997). Comment on Hekman’s”truth and method: Feminist
Standpoint Theory revisited” :Whose Standpoint Needs the Regimes of Truth and Reality. Signs: Journal of Women in Culture and Society, 22 (2), 382-391.

Hal yang perlu diingat adalah, jika kita adalah pendidik, bahwa respons terhadap bacaan ini merupakan sesuatu yang bisa kita biasakan sejak SD agar murid-murid belajar berpikir dengan lebih kritis (tentunya dengan metode yang disederhanakan). Hal ini tentunya akan lebih mempermudah proses pembentukan pikiran kritis siswa kita (dan mengurangi beban di tingkat perguruan tinggi).

Untuk poin 3, kita bisa mengadopsi format menulis esai akademik, meskipun tidak bisa disamakan,  yang sudah saya bahas di post ini. Untuk melihat seperti apa aplikasi dar tulisan response reading terutama untuk critical review, kita bisa membaca tulisan Sandra Harding (1997) mengenai artikel Hekman mengenai teori Standpoint (bacaannya berat namun ini adalah contoh hasil dari review/tinjauan kritis).

Selamat berkarya.

Referensi

Harding, S. (1997). Comment on Hekman’s “Truth and method: Feminist Standpoint Theory revisited” :Whose Standpoint Needs the Regimes of Truth and Reality. Signs: Journal of Women in Culture and Society, 22 (2), 382-391.

Jewell, R. (2012). What is a “response” to a reading?.  Writing for School & Work, chapter 24.

 

Untuk mengutip tuliasan saya ini (model APA)

Oktaviani, F, H. (2016). “Response” to a reading: Belajar menulis paper bagi mahasiswa. Diambil dari https://fitrihoktaviani.lecture.ub.ac.id/

 

 

 

Posted in:General Post, Information and Lecture, Scholarship and Study / Tagged:academic essay, academic writing, argumentasi, argumentative essay, Australia Award Indonesia, beasiswa AAI, beda summary dan analysis, cara membuat paper yang baik, cara menulis esai, cara menulis paper, critical review, expository text, menuis paper, menulis esay, menulis tugas paper, panduan menulis esai, response writing, tahapan menulis esai, tinjuan kritis, tipe-tipe paper, tipe-tipe response writing, tips sukses beasiswa luar negeri

Cara Memulai Sebuah Esai Persuasif

3 Bagian:Mengumpulkan Gagasan and Membuat Kerangka Esai AndaMenulis PendahuluanMenulis Sisa Esai Anda

Sebuah esai persuasif adalah sebuah tulisan yang menyampaikan perspektif tertentu dan memberikan bukti untuk mendukung perspektif itu. Meskipun mirip dengan esai argumentatif, logika yang mendasari esai persuasif dapat didasarkan pada emosi dan tidak selalu berdasarkan fakta yang bisa dibuktikan. Selain itu, boleh saja mengesampingkan argumen lain yang kontra terhadap esai Anda. Apakah Anda menulis sebuah esai sebagai tugas dari sekolah/kampus Anda, ataupun Anda ingin mengirimkannya kepada editor surat kabar, dengan memiliki argumen yang dibuat dengan hati-hati dan bukti kuat akan membuat tulisan Anda lebih meyakinkan dan efektif.

Langkah

Bagian 1

Mengumpulkan Gagasan and Membuat Kerangka Esai Anda

  1. 1

    Putuskan dan persempit bidang topik Anda. Subjek untuk esai Anda mungkin telah ditentukan, misalnya jika Anda menulis esai ini sebagai tugas di kelas Anda. Namun jika Anda menulis untuk editorial surat kabar atau untuk kepada atasan Anda, Anda mungkin memiliki ruang lingkup topik yang lebih fleksibel yang bisa Anda tulis. Cobalah untuk mempersempit topik Anda sehingga Anda menulis tentang sesuatu yang cukup spesifik.
    • Misalnya, jika Anda menulis tentang sistem penjara di AS, Anda akan sadari bahwa ini adalah topik yang luas. Persempit topik ini dengn berfokus pada satu aspek saja, seperti "pengobatan narapidana lanjut usia" atau "tingkat melek huruf di kalangan narapidana".
  2. 2

    Tentukan sudut pandang Anda. Sekarang setelah Anda menyempitkan topik, Anda dapat mulai berpikir tentang apa yang ingin Anda katakan dalam topik ini. Mengapa Anda merasa sangat tertarik dengan topik ini? Apa solusi untuk isu atau masalah ini? Ini adalah awal dari tulisan Anda, atau argumen Anda secara keseluruhan. Esai persuasif menarik emosi pembaca, jadi pikirkan sudut paling emosional dari topik Anda.[1]
    • Mengumpulkan gagasan Anda dengan melibatkan orang lain akan sangat membantu karena mereka mungkin dapat menyumbangkan ide-ide yang tidak terpikirkan oleh Anda. Atau setidaknya mereka mungkin dapat membantu memperluas ide-ide yang Anda miliki.
    • Misalnya, jika Anda menulis tentang cara perlakuan pabrik peternakan terhadaap hewan ternaknya, Anda mungkin melihat bahwa cara perlakuan pabrik ini harus dilarang karena tidak manusiawi.
  3. 3

    Kumpulkan juga gagasan bagaimana mendapatkan bukti pendukung. Tuliskan daftar alasan yang Anda temukan yang mungkin Anda masukkan sebagai pendukung pernyataan Esai Anda. Mungkin ada beberapa alasan yang kelihatan konyol, tapi catat saja dulu. Bisa saja terdapat setitik kebenaran di dalamnya yang Anda bisa perkuat lagi kembali kemudian.
    • Alasan-alasan yang diangkat bisa saja berakar pada emosi dan rasa tanggung jawab moral atau etika pembaca. Sedangkan bukti untuk esai persuasif tidak selalu harus berakar pada bukti ilmiah yang dapat dibuktikan.
  4. 4

    Pilihlah 3-5 contoh bukti terbaik. Anda mungkin tidak akan bisa menuliskan setiap contoh bukti yang Anda temukan, jadi pilihlah yang terbaik, bukti-bukti yang paling meyakinkan.

  5. 5

    Tulislah konsep kasar pernyataan esai Anda. Pernyataan ini, atau argumen secara keseluruhan yang Anda ingin usulkan dalam esai Anda, berasal dari sudut pandang Anda saat memilih topik tertentu. Menuliskan pernyataan tulisan ini haruslah bisa menjawab pertanyaan "apa" dan "bagaimana" dari argumen Anda. "Apa" adalah topik itu sendiri dan "bagaimana" adalah sudut pandanganya.[2]
    • Misalnya, pernyataan tesis Anda tentang perlakuan tidak manusiawi terhadap hewan adalah: " Pabrik peternakan babi harus dilarang karena perlakuannya kejam, menyiksa binatang, dan kondisi kehidupan mereka dapat menyebarkan penyakit dan mencemari pasokan makanan manusia."
    • Pernyataan tesis Anda tersebut mungkin saja berubah saat Anda mulai mengerjakan tulisan Anda. Inilah sebabnya mengapa pada tahap ini pernyataan tersebut masih berupa konsep kasar saja.
  6. 6

    Buatlah kerangka untuk tulisan Anda. Kerangka ini akan membantu mengatur ide-ide dan membuatnya tulisan Anda lebih terstruktur. Kerangka ini dapat diberi nomor dengan penomoran Romawi (I, II, III, IV, dan lain-lain), penomoran biasa, atau poin-poin. Gunakan frasa dan kalimat singkat untuk menuliskan ide-ide Anda.
    • Gunakan struktur dasar lima paragraf untuk tulisan Anda, dengan satu paragraf untuk pendahuluan, tiga paragraf untuk tiga poin bukti, dan satu paragraf lagi untuk kesimpulan Anda. Namun, tentu saja ada kemungkinan bahwa makalah Anda akan lebih panjang dari ini, terutama jika Anda menulis esai penelitian persuasif yang membutuhkan informasi lebih lanjut untuk memberikan latar belakang bagi topik Anda.

Bagian 2

  1. 1

    Mulai makalah Anda dengan sebuah hook. Sebuah hook adalah sesuatu yang membuat pembaca tersangkut, menarik mereka ke dalam tulisan Anda dan membuat mereka ingin membaca lebih lanjut. Ini bisa berupa data statistik atau sebuah pernyataan yang mengejutkan, pertanyaan retoris, kutipan kata-kata menarik, atau sebuah anekdot yang sangat singkat.[3] Anda mungkin memulai dengan gambaran besar dan mempersempitnya menuju pernyataan esai Anda, atau mungkin kebalikannya dan mulai dengan hal yang khusus dan mulai melebarkannya menuju pernyataan esai Anda .
    • Sebuah contoh: "Amerika Serikat memiliki populasi penjara 25 persen lebih besar dari China, membuat AS memiliki catatan penjara terburuk dari seluruh dunia."
  2. 2

    Tulislah dengan percaya diri dan ringkas. Anda menunjukkan sikap melalui esai Anda, tidak peduli apapun tujuannya. Buat pernyataan dengan percaya diri dan tegas, dan tidak melebih-lebihkan atau menggunakan kata-kata tambahan di mana kata-kata yang lebih sedikit sebenarnya sudah cocok. Anda harus menarik minat pembaca dengan paragraf pengantar ini dan memberi mereka kesan bahwa Anda adalah orang yang memiliki kendali atas pembahasan ini.
    • Esai persuasif menjadi sangat efektif ketika pendapat dengan fakta saling berbaur untuk meyakinkan pembaca bahwa sudut pandang penulis adalah sudut pandang yang "benar".
  3. 3

    Perjelas kalimat pengantar yang kurang tegas. Ada beberapa jenis dari perkenalan yang sering digunakan, yang kalimat ini sering mengurangi kekuatan argumen Anda dengan membuatnya menjadi terlalu umum, samar, tidak jelas, atau dengan memasukkan informasi yang tidak relevan. Beberapa perkenalan tersebut mungkin saja:
    • Definisi Kamus: Anda mungkin mencoba untuk membuat definisi untuk kata seperti "perbudakan" untuk memulai tulisan Anda, ini adalah cara yang kurang efektif untuk memperkenalkan topik. Contoh dari jenis pengenalan ini mungkin seperti: "Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)mendefinisikan perbudakan sebagai 'perihal budak (hamba); segala mengenai perbudakan', sebagai 'sistem segolongn manusia yang dirampas kebebasan hidupnya untuk bekerja guna kepentingan makhluk hidup yang lain.[4]
    • Pengantar yang sangat luas, atau perkenalan '"Dawn of Man"': esai persuasif ditulis untuk memberikan solusi untuk masalah yang diberikan, tetapi menghubungkannya ke eksistensi manusia secara umum dalam cakupan yang luas kadang-kadang dapat menjadi metode yang tidak efektif. Sebuah contoh: " Orang-orang telah membunuh dan memakan hewan sejak manusia itu ada" .” [5]
    • Informasi tentang buku referensi: Jika Anda menulis sebuah esai persuasif tentang novel, misalnya, Anda mungkin tergoda untuk mengisi pengantar Anda dengan informasi tentang buku itu sendiri, seperti judul lengkap, penulis , tahun publikasi dan sebagainya. Informasi ini biasanya tidak relevan dengan pernyataan tesis Anda dan harus dihilangkan, kecuali Anda menjadikan beberapa detail-detail tersebut sebagai referensi untuk tujuan tertentu. Sebuah contoh mungkin: "Frederick Douglass menulis otobiografinya, Narasi Kehidupan Frederick Douglass, An American Slave, pada 1840-an. Buku ini diterbitkan pada tahun 1986 oleh Penguin Books. Di dalamnya, ia menceritakan kisah hidupnya.[6]
  4. 4

    Tulis pernyataan esai Anda. Pernyataan esai yang Anda telah susun, akan mempertegas posisi Anda dan mengarahkan pembaca bagaimana Anda akan menyampaikan pandangan Anda. Anda mungkin ingin mengubah beberapa kata di sana-sini dalam pernyataan Anda untuk membuatnya mengalir lebih baik dalam paragraf pengantar Anda. Namun juga kemungkinan akan ada perubahan lain setelah Anda menyusun kerangka tulisan Anda.

  5. 5

    Lihat kembali pendahuluan ini setelah Anda telah menulis sisa tulisan Anda. Ketika Anda menulis esai, Anda bisa saja mengembangkan tulisan dengan alur pikiran yang sedikit berbeda atau memutuskan bahwa bukti tertentu harus dikeluarkan. Ini mungkin menggeser fokus dari esai Anda. Pengantar dan pernyataan utama Anda mungkin perlu direvisi berdasarkan perubahan-perubahan atas keseluruhan tulisan Anda ini.

Bagian 3

Menulis Sisa Esai Anda

  1. 1

    Kembangkan argumen Anda. Gunakan contoh bukti terbaik Anda untuk mendukung pengantar dan pernyataan esai Anda. Ikuti kerangka esai yang Anda buat sehingga Anda tetap di jalur yang Anda inginkan. Berikan contoh nyata, meskipun Anda harus melakukan parafrase bagi sebagian besar informasi tersebut sehingga Anda menuliskannya dengan kata-kata Anda sendiri. Gunakan satu paragraf untuk setiap bagian dari bukti pendukung (jika Anda menggunakan struktur esai lima paragraf).
    • Pastikan bahwa bukti yang ada secara langsung mendukung pernyataan tulisan Anda. Jika Anda mulai keluar jalur, kembali perhatikan kerangka makalah Anda.
  2. 2

    Gunakan kalimat transisis. Antara setiap paragraf, Anda akan perlu kalimat yang mengikatnya bersama-sama sehingga mereka terdengar secara logis saling berkaitan. Jika tidak, esai Anda mungkin tampak seperti aliran paragraf tidak berhubungan. Transisi ini membantu pembaca memahami informasi yang Anda menulis dan membantu mereka mengikuti argumen Anda. [7]

  3. 3

    Menulis kesimpulan. Tulis ulang pernyataan esai Anda dan poin-poin utama yang telah digunakan untuk mendukungnya. Kesimpulan Anda haruslah lebih dari sekedar ringkasan esai Anda. Pikirkan tentang sebuah pesan yang orisinil dan kreatif yang mengikat dan menyatukan seluruh tulisan Anda Anda bersama-sama.[8]
    • Hindari pernyataan menyeluruhyang samar-samar dan tidak jelas maknanya. Upayakan untuk menulis sesuatu yang jelas namun ringkas dan spesifik.
  4. 4

    Perbaiki dan revisi tulisan Anda. Setelah Anda menyelesaikan konsep kasar pertama Anda, istirahatlah. Kemudian baca kembali seluruh tulisan Anda. Perhatikan secara khusus pernyataan pembuka dan pernyataan esai Anda dan ingatlah sepanjang Anda membaca ulang. Apakah argumen Anda mendukung pernyataan makalah Anda? Apakah Anda membuat poin yang ternyata bertentangan dengan pernyataan tersebut?
    • Anda mungkin perlu menyetel kembali kata-kata pada pernyataan esai Anda. Perbaiki kalimat ini untuk mengatakan apa yang ingin Anda katakan dengan cara yang ringkas dan jelas.
  5. 5

    Koreksi dan Periksa ejaan tulisan Anda. Pastikan terbebas dari kesalahan, karena ini dapat mengurangi kualitas keseluruhan dan efektivitas esai Anda. Gunakan tata bahasa yang benar dan ejaan untuk memastikan esai Anda semeyakinkan mungkin.

  6. 6

    Minta seseorang untuk membaca tulisan Anda. Dengan memiliki pandangan dari orang lain akan membantu Anda menemukan bagian-bagian yang tidak logis atau transisi yang kurang jelas. Cobalah cari seseorang yang memiliki tata bahasa yang baik, karena mereka juga dapat membantu Anda memperbaiki ejaan kecil dan kesalahan tata bahasa yang ada.

Tips

  • Sebuah esai persuasif tidak selalu dalam bentuk tertulis. Ia mungkin dapat menjadi dasar bagi sesuatu yang dikemas dalam beberapa media lainnya, seperti film dokumenter, podcast, editorial berita TV atau bagian lainnya.
  • Jika Anda menulis esai ini sebagai tugas, tanyalah instruktur Anda jika Anda dapat menulis sebagai orang pertama tunggal (menggunakan "saya") atau orang kedua (menggunakan "Anda"). Hal ini umum dalam sebuah esai persuasif untuk menggunakan orang pertama dan kedua orang.

0 thoughts on “Menulis Esai Argumentative Essay

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *